Hujan Akhir Mei

Posted by Unknown Kamis, 28 Januari 2010 0 komentar
Ini akhir Mei, Sayang
Tanda hujan sebentar lagi jarang datang
Ayo, jalan-jalan

Sekadar mengais-ngais gerimis yang hampir habis

Agar suasana lebih dingin hingga tangan terlipat ketat
Agar sigaret ini terhisap dalam tak buat bosan

Atau, untuk buat titik air menggantung di rambut panjangmu
Dan supaya hangat pelukan-pelukan saat kita saling merayu

Sebentar lagi Juni tiba, Cinta
Kita pasti akan merindukannya
Rindu pada basah baju kita karena tempias airnya
Pada cipratan air di kaki kita
Juga pada kerut-kerut di ujung jari yang hampir mati rasa
Tubuh kita semakin rapat karenanya

Rindu juga pada gelegar guntur yang jadi pembenar
Alasan kita saling meremas jemari yang gemetar
Meski seram, suaranya bak melodi melankolis
Tak ubahnya tangis artis di sinetron tadi malam

Lalu, mau apa kita saat kemarau nanti
Apa perlu kita berbelanja baju musim panas lagi
Atau kita keluarkan koleksi dari lemari
Lengkap dengan kacamata trendi untuk melawan angkuhnya matahari

Kita berbicara tentang musim yang kaku
Yang setiap tahun selalu begitu
Yah, sedikit berbelok karena efek zaman yang katanya maju

Sudahlah, jangan keluhkan hawa dingin atau panasnya
Lebih baik kita siapkan puisi musim panas kita
Sementara kita simpan dulu ide puisi tentang hujan sebelumnya

Hai, mulai mendung
Ayo kita nikmati sisa-sisa musim basah ini


Pejaten, Akhir Mei 2010 (Suryanto Bari)

Baca Selengkapnya ....

Pantun Lampung

Posted by Unknown Senin, 25 Januari 2010 1 komentar

Pattun/Segata/Adi-Adi

Pantun/segata/adi-adi adalah salah satu jenis puisi tradisi Lampung yang lazim di kalangan etnik lampung digunakan dalam acara-acara yang sifatnya bersukaria, misalnya pengisi acara muda mudi nyambai, miyah damagh, kedayek.
Contoh pattun/segata:

Bukundang Kalah Sahing
 Numpang pai nanom peghing
Titanom banjagh capa
Numpang pai ngulih-ulih
Jama kutti sai dija

Adek kesaka dija
Kuliak nambi dibbi
Adek gelagh ni sapa
Nyin mubangik ngughau ni

Budaghak dipa dinyak
Pullan tuha mak lagi
Bukundang dipa dinyak
Anak tuha mak lagi

Payu uy mulang pai uy
Dang saka ga di huma
Manuk disayang kenuy
Layau kimak tigaga

Nyilok silok di lawok
Lentera di balimbing
Najin ghalang kupenok
Kidang ghisok kubimbing

Kusassat ghelom selom
Asal putungga batu
Kusassat ghelom pedom
Asal putungga niku

Kughatopkon mak ghattop
Kayu dunggak pumatang
Pedom nyak sanga silop
Min pitu minjak miwang

Indani ghaddak minyak
Titanom di cenggighing
Musakik kik injuk nyak
Bukundang kalah sahing

Musaka ya gila wat
Ki temon ni peghhati
Ya gila sangon mawat
Niku masangkon budi

Ali-ali di jaghi kiri
Gelang di culuk kanan
Mahap sunyin di kutti
Ki salah dang sayahan

Terjemahannya:
Pacaran Kalah Saingan

Numpang menanam bambu
Ditanam dekat capa
Numpang bertanya
Kepada kalian di sini

Adik kapan kemari
Kulihat kemarin sore
Nama adik siapa
Agar enak memanggilnya

Berladang dimana aku
Hutan tua tiada lagi
Pacaran dengan siapa aku
Anak tua tiada lagi

Ya uy pulang dulu uy
Jangan lama-lama di ladang
Ayam disayang elang
Kacau kalau tak dicegah

Melihat-lihat di laut
Lentera di balimbing
Walau jarang kulihat
Tapi sering kuucap

Kucari ke dasar gelap
Asal bersua batu
Kucari hingga ke tidur
Asal bersua denganmu

Kurebahkan tak rebah
Kayu di ujung pematang
Sejenak aku tertidur
Tujuh kali terbangun menangis

Layaknya ghaddak minyak*
Ditanam di lereng bukit
Betapa derita kurasakan
Pacaran kalah saingan

Sudah lama sebenanya ada
Kalau memang lebih perhatian
Ya memang tidak
Kau menanam budi

Cincin di jari kiri
Gelang di kaki kanan
Maaf semuanya kepada kalian
Kalau salah jangan mengejek

*nama pohon untuk pelindung tanaman kopi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Paradinei/paghadini

Paradinei/paghadini adalah puisi tradisi Lampung yang biasa digunakan dalam upacara penyambutan tamu pada saat berlangsungnya pesta pernikahan secara adat. Paradinei/paghadini diucapkan jurubicara masing-masing pihak, baik pihak yang datang maupun yang didatangi. Secara umum, isi paradinei/paghadini berupa tanya jawab tentang maksud atau tujuan kedatangan.
Contoh : 


Jak banding sikam jinna
Lupa mak singgah jondong
Kubimbing niku jinna
Mukhawan niku khatong

Mawat kutattak lada
kammak jukuk ni lamon
Mawat kubuka cawa
kammak cawa sai temmon

Si gisting nangun mikhing
jalan berliku liku
Najin dunia giccing
bacak sapai di niku


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Lampung

Baca Selengkapnya ....

Pantun Agama

Posted by Unknown 2 komentar
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan rebahnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Ke akhirat juga akan sudahnya

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Belatuk di atas dahan
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba

Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadat sebelum mati

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat jasad tidak sembahyang

Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak diikut

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersuka
Meninggalkan sembahyang jadi biasa
Tidak takut api neraka?

Dua tiga empat lima
Enam tujuh lapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

Kalau Tuan pergi ke Kedah
Singgah semalam di Kuala Muda
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat

Pak Kulup anak juragan
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah

Letak bunga di atas dulang
Sisipkan daun hiasan tepinya
Banyak berdoa selepas sembahyang
Mohon diampun dosa di dunia

Encik Borhan seorang kerani
Terkemut-kemut bila meniti
Tinggalkan sembahyang terlalu berani
Sepertii tubuhnya takkan mati

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan

Masa berada di Pulau Jawa
Rakan diajak pergi menjala
Maha Berkuasa jangan dilupa
Kuasa Allah tidak terhingga

Nyiur mudah luruh setandan
Diambil sebiji lalu dibelah
Sudah nasib permintaan badan
Kita di bawah kehendak Allah

Kemuning di dalam semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya?

Harimau belang turun sekawan
Mati ditikam si janda balu
Ilmu akhirat tuntutlah tuan
Barulah sempurna segala fardu

Kera di hutan terlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta doa kepada Tuhan

Anak ayam turun sembilan
Mati seekor tinggal lapan
Duduk berdoa kepada Tuhan
Minta Allah jalan ketetapan

Anak ayam turun lapan
Mati seekor tinggal tujuh
Duduk berdoa kepada Tuhan
Supaya terang jalan bersuluh

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan makrifat

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama
Supaya hidup tidaklah sesat

Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tengah lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung

Bulu merak cantik berkaca
Gugur sehelai ke dalam baldi
Jika tak banyak kitab dibaca
Jangan mengaku khatib dan kadi

Inderagiri pasirnya lumat
Kepah bercampur dengan lokan
Sedangkan nabi kasihkan umat
Inikan pula seorang insan

Sang puteri pergi berenang
Sambil berenang berdondang sayang
Jika hidup dikurnia senang
Jangan lupa tikar sembahyang

sumber : penyair.wordpress.com


Baca Selengkapnya ....

Pantun Melayu Delapan Kerat

Posted by Unknown 0 komentar
Sarang merbah di celah dahan,
Tempat punai bermain di situ,
Bekejar-kejaran anak rusa,
Tampak dari tanah seberang;
Bersyukur aku kepada Tuhan,
Kalau nasib memang begitu,
Akan merana sepanjang masa,
Harap pada kasihan orang.

Bagus rupanya bunga melur,
Putih rupanya bunga pinang,
Berukir bertangkai perak,
Permainan raja perempuan;
Cawan, cerek sudah teratur,
Pinggan, mangkuk sudah terhidang,
Penganan mulia sudah terletak,
Samalah duduk kita makan.

Korek perigi di parit seberang,
Tepi parit tumbuh mengkudu,
Berselang dengan pohon puding,
Hidup subur kanan dan kiri;
Tuan pergi dagang seorang,
Tuan saudara tempat mengadu,
Tiada saudara tempat berunding,
Pandai-pandailah membawa diri.

Sumber: Permatang Budi,1991.
Fajar Bakti Sdn. Bhd.



Baca Selengkapnya ....

Untukmu Penggila Hujan

Posted by Unknown 0 komentar
Tak ada yang ku tunggu dari hujan kecuali hawa dinginnya,
tubuhmu yang menggigil karenanya. Karena hawa menggigit itu aku bisa menghangatkamu dengan selimut usang, mendekapmu dalam pelukan panjang dan menghantarkanmu tidur dengan sedikit kecupan, di Kening.

Malam belum lagi lepas tapi hujan begitu deras.
Kilat sesekali berekelebat membentuk bayangan cabang dan daun flamboyan yang ada di halaman rumah kita.

Sengaja tak ku tutup gorden kain jendela kamar kita.
Tetes air dari loteng bagimu adalah pemandangan sempurna.
Juga tak takut dirimu pada guratan petir di tubuh langit malam.

Itulah pemandangan penghantar tidurmu malam itu.
Matamu sudah rapat sama sekali.
Bibir mungilmu terkatup menyunggingkan senyum kecil.

Hujan jinak perlahan namun dingin tetap mencekam
Kilat masih saja berkelebat berarak dengan guntur yang menggelagar.Selimut usang itu masih terpasang erat. Dekap pun tak kulepaskan.

Sungguh, aku sebenarnya tak suka hujan. Kecuali dinginnya itu yang karenanya aku bisa menghangatkanmu.
Kenapa kau begitu menggilainya?
Hampir setiap hari kau minta padaku menjadikan halaman rumah kita berhujan di waktu malam.

Dengan begitu kau bisa senantiasa melihat titik air di kaca jendela kamar. Memandang kucuran air dari loteng. Kau juga selalu merengek aku membuat kilat-kilat kecil pengganti petir yang membentuk bayangan pohon flamboyan itu di tembok kamar.

Kau tahu, aku adalah pendewa langit cerah. Matahari pujaanku. Malah jika bisa, aku berharap tak ada malam yang bagiku mencekam.

Bila hujan datang, tak ada lagi burung prenjak berceretak di pucuk flamboyan pertanda tamu akan datang. Tak mungkin kupu-kupu mengerubuti taman kecil di depan teras kita. Tak ada juga semilir angin membawa hawa kantuk.

Bagaimana sanggup aku membuat hujan yang justru membuatku bosan.
Pinta saja aku untuk membelah rembulan atau memanahi bintang.
Bahkan matahari pun bisa kugantungkan di langit-langit kamar.

Aku begitu mengasihimu tapi jangan kau minta aku membuat hujan...
Dan biarkan aku bersamamu sepanjang waktu. Mendekapmu selalu dan menjatuhkan kecupan mesra di keningmu. 

Tangerang, Senin 9 November 2009(ditulis oleh Suriyanto Bari)

Baca Selengkapnya ....

Ada Apa dengan Cinta *

Posted by Unknown 0 komentar
Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku

Sepi... Sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar. Aku mau di pasar.

Bosan aku dengan penat,
dan enyah saja kau, pekat!

Seperti berjelaga jika aku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ahh.. ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya?
Biar terderah,
atau... aku harus lari ke hutan belok ke pantai?

-Puisi dalam Film Ada apa dengan Cinta?-





Baca Selengkapnya ....

Cara membuat Related Post

Posted by Unknown Sabtu, 23 Januari 2010 2 komentar
Related Post/Postingan Terkait adalah link penghubung antara label postingan yang saling berkaitan dengan judul atau tema artikel yang kita posting, hal ini cukup penting ditambahkan dibawah postingan kita, agar pengunjung blog kita dapat lebih mudah menelusuri seluruh artikel di blog kita. berikut cara membuatnya :

1. Login ke blog anda

2. Masuk menu 'Layout Edit HTML'

3. Centang kotak 'Expand Widgets Template'

4. Cari kode ini <data:post.body> atau gunakan CTRL F bagi pengguna

Mozilla Firefox untuk memudahkan pencarian.

5. Letakkan script berikut ini di bawah kode <data:post.body>


<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<div class='similiar'>

<div class='widget-content'>
<h3>Related Post</h3>
<div id='data2007'/><br/><br/>
<script type='text/javascript'>

var homeUrl3 = &quot;<data:blog.homepageUrl/>&quot;;
var maxNumberOfPostsPerLabel = 4;
var maxNumberOfLabels = 10;

maxNumberOfPostsPerLabel = 100;
maxNumberOfLabels = 3;

function listEntries10(json) {
var ul = document.createElement(&#39;ul&#39;);
var maxPosts = (json.feed.entry.length &lt;= maxNumberOfPostsPerLabel) ?
json.feed.entry.length : maxNumberOfPostsPerLabel;
for (var i = 0; i &lt; maxPosts; i++) {
var entry = json.feed.entry[i];
var alturl;

for (var k = 0; k &lt; entry.link.length; k++) {
if (entry.link[k].rel == &#39;alternate&#39;) {
alturl = entry.link[k].href;
break;
}
}
var li = document.createElement(&#39;li&#39;);
var a = document.createElement(&#39;a&#39;);
a.href = alturl;

if(a.href!=location.href) {
var txt = document.createTextNode(entry.title.$t);
a.appendChild(txt);
li.appendChild(a);
ul.appendChild(li);
}
}
for (var l = 0; l &lt; json.feed.link.length; l++) {
if (json.feed.link[l].rel == &#39;alternate&#39;) {
var raw = json.feed.link[l].href;
var label = raw.substr(homeUrl3.length+13);
var k;
for (k=0; k&lt;20; k++) label = label.replace(&quot;%20&quot;, &quot; &quot;);
var txt = document.createTextNode(label);
var h = document.createElement(&#39;b&#39;);
h.appendChild(txt);
var div1 = document.createElement(&#39;div&#39;);
div1.appendChild(h);
div1.appendChild(ul);
document.getElementById(&#39;data2007&#39;).appendChild(div1);
}
}
}
function search10(query, label) {

var script = document.createElement(&#39;script&#39;);
script.setAttribute(&#39;src&#39;, query + &#39;feeds/posts/default/-/&#39;
+ label +
&#39;?alt=json-in-script&amp;callback=listEntries10&#39;);
script.setAttribute(&#39;type&#39;, &#39;text/javascript&#39;);
document.documentElement.firstChild.appendChild(script);
}

var labelArray = new Array();
var numLabel = 0;

<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:loop values='data:post.labels' var='label'>
textLabel = &quot;<data:label.name/>&quot;;

var test = 0;
for (var i = 0; i &lt; labelArray.length; i++)
if (labelArray[i] == textLabel) test = 1;
if (test == 0) {
labelArray.push(textLabel);
var maxLabels = (labelArray.length &lt;= maxNumberOfLabels) ?
labelArray.length : maxNumberOfLabels;
if (numLabel &lt; maxLabels) {
search10(homeUrl3, textLabel);
numLabel++;
}
}
</b:loop>
</b:loop>
</script>
</div>

</div>
</b:if>

6. Simpan Template. Selesai
Anda bisa mengganti tulisan 'Related Post' dengan kalimat lain misalnya : Posting Terkait, Artikel Terkait dan lain-lain.


Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of ROSORASA.